Rabu, 23 Juli 2014 | 25 Ramadhan 1435 H

Menuju Peresmian Jalan Karya Anak Bangsa

Kelok 9 Segera Diresmikan Presiden RI

Rabu, 16 Oktober 2013 | 21:24:23 WIB | Pembangunan

Jalan yang menjadi Ikon Sumatera Barat, Kelok 9 adalah jalan lintas tengah Sumatra, penghubung provinsi Riau dengan Provinsi Sumatra Barat. Kelok 9 terletak di Kabupaten 50 Kota, sekitar 25 kilometer dari kota Payakumbuh ke arah Pekanbaru (Riau).

NAMA KELOK-9, diambil karena jalannya yang berkelok-kelok ada sebanyak 9 buah kelokan. Kelok-9 merupakan satu-satunya jalan penghubung provinsi Sumatera Barat dengan Riau yang banyak dilewati oleh pengendara. Tingginya volume kendaraan yang menempuh kelok-9 menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Sejak tahun 2003, mulai dilakukan pembangunan jembatan sekaligus ruas jalan baru di sekitar Kelok-9. Panjang keseluruhan jembatan dan jalan yang dibangun adalah 2.537 meter, dengan 964 meter di antaranya merupakan jembatan dengan lebar mencapai 13,5 meter dan tinggi pelin­dung di sisi kiri dan kanan 1 meter.

Pembangunan ini ditangani dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pem­bangun­an empat jembatan sepanjang 720 meter dengan jalan penghubung sepanjang 1.950 meter. Sedangkan tahap kedua membangun dua jem­batan sepanjang 250 meter dan jalan penghubung sepanjang 1 km.

Saat ini, pembangunan tahap satu rampung diselesaikan pelaksanaanya. Se­mentara itu, pembangunan tahap dua yang bernilai Rp.187 miliar, saat ini sudah bisa dikatakan sudah selesai 100%. Dengan kedua tahapan pembangunan selesai, ruas jalan lama nantinya akan difungsikan sebagai objek wisata.

Pembangunan jembatan layang Kelok-9 ini merupakan proyek besar karya anak bangsa, menuangkan ide cemerlangnya dalam merancang konstruksi dan mengerjakan jembatan layang ini. Tak ada campur tangan asing dalam pembangunan proyek yang meng­habiskan biaya sebesar Rp. 580 miliar.

Dulu banyak pihak beranggapan pembangunan jalan dan jembatan Kelok Sembilan akan menghilangkan nilai sejarah yang menjadi kebanggaan Sumbar, tetapi ternyata tidak. Kelok Sembilan yang lama tetap bisa dinikmati sebagai keindahan wisata.  Fenomena alam yang eksotik dan segarnya udara perbukitan dapat ditemui di kelok 9. Para pengendara kendaraan roda dua dan empat bisa dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau di kelok 9.

Sebelum Tahun Baru 2013, Jem­batan Kelok Sembilan sudah diberi penerangan. Hal ini semakin mem­percantik fly over tersebut dimalam hari. Jembatan layang Kelok-9 juga telah  digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 1434 Hijriah lalu, guna mengatasi terjadinya kema­cetan di rute tersebut. Gubernur Sumba Irwan Prayitno mengatakan, bahwa saat ini pembangunan jem­batan layang Kelok-9 sudah bisa dikatakan selesai 100 persen, maka guna mengatasi kepadatan dibo­lehkan untuk dilintasi.

Kendati demikian, saat ini penyelesaian atau finising tinggal beberapa yang perlu dileng­kapi di antaranya rambu-rambu dan perizinan. Gubernur menambahkan, rencananya karya anak bangsa khususnya putra Sumatera Barat ini dijadwalkan diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudho­yono (SBY) dalam waktu dekat.

Menurut dia, kehadiran jembatan layang Kelok-9 bagi Sumatera Barat merupakan sebuah kebanggaan dan menjadi salah satu monumen kein­dahan alam Minang dalam sektor transportasi. "Jalan itu bukan saja dapat memudahkan jalur pereko­nomian Sumatera Barat ke daerah tetangga (Riau, red), tapi merupakan kekuatan baru dalam menunjang dunia kepariwisataan Sumbar ke depannya".

Keberhasilan pembangunan jem­batan layang kelok 9 ini mulai dari tahap I hingga tahap II didukung oleh kontraktor pelaksana yang profe­sional dan mengutamakan mutu serta kwalitas pekerjaan. Salah satunya adalah PT. Waskita Karya (Persero). Hal ini sangat terlihat jelas pada konstruksi jembatan yang kokoh yang dikerjakan pada tahap I dan finishing tahap II oleh PT. Waskita Karya (persero) tersebut (**). 

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar